Radityo Bimo Kartiko Aji
Lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Pekerja Sosial Profesional Tersertifikasi. Mengambil minat kajian di beberapa bidang pekerjaan sosial, antara lain: Kemiskinan, Kesehatan, Disabilitas, Industri, NAPZA, Lanjut Usia dan Koreksional.

Pengalaman Kembali Lari dengan Couch To 5K

Sekali-kali ingin share tentang hal lain diluar pemikiran saya yang serius atau khayalan saya yang sedikit puitis. Sudah sekitar 5 minggu ini saya mulai lari/jogging rutin. Tiga kali seminggu tepatnya. Saya memang penggemar olahraga lari sejak lama. Alasan utamanya adalah tidak butuh tempat khusus atau peralatan khusus. Selama ada jalan untuk kaki menapak, lari dari tanggung jawab bisa dilakukan. Alasan lainnya adalah bisa dilakukan sendiri. Saya bukan tipe orang yang suka berkeringat bersama-sama dengan banyak orang dalam konteks berolahraga.

Lari saya pun seringnya musiman. Terakhir saya rutin lari seingat saya setahun lalu, setelah cedera dan keseleo sampai sulit berjalan beberapa hari; tidak ada lagi keinginan untuk berlari. Tapi entah kenapa beberapa bulan ini keinginan untuk berlari muncul kembali, dan sudah beberapa minggu ini rutin kembali.

Tahap kembali untuk lari pun ternyata seperti yang saya bayangkan cukup sulit, dari kaki yang panas, side stitch yang sering muncul dan bahkan berlari selama 1.30 menit pun pada awalnya sudah terasa berat sekali. Akhirnya saya kembali ke aplikasi lama di Android saya, aplikasi ini tersedia gratis; tetapi saya sudah lama membeli aplikasi ini di tahun 2015 kalau tidak salah. Nama aplikasinya adalah Couck to 5K.

img_20181007_165621-e1539104997567

Pada dasarnya aplikasi ini mengambil konsep dari latihan lari Couch to 5K yang sudah terkenal dan banyak sekali rujukannya di Internet. Mudahnya program latihan ini membantu seseorang yang belum terbiasa lari diibaratkan dengan Couch=Sofa untuk dapat berlari sejauh 5 Km pertamanya. Kenapa 5 Km? karena kebanyakan 5 Km dijadikan patokan dari fun run yang biasanya dilakukan di banyak kegiatan. Saya sekarang sudah di minggu ke enam; dan memang saya rasa ada perubahan dari latihan lari saya setiap minggunya. Side stitch berkurang (meskipun lebih disebabkan teknik yang lebih benar dan juga sudah menemukan pace lari yang sesuai). Berdasar manfaat-manfaat yang saya dapat saya pun mau membagikan mengenai aplikasi ini.

Seperti diatas lah salah satu tampilan di dalam aplikasi ini. Sampai minggu kemarin saya sudah berlari total sejauh 42 Km. Itu sama dengan jarak lari marathon; kebanggaan sendiri saat saya melihat tampilan ini muncul. Pada aplikasi ini juga tercatat bahwa saya sudah menyelesaikan 15 dari total 27 latihan yang disediakan. Kalau latihannya sudah habis lalu bagaimana? aplikasi ini pun menyediakan fungsi free running di akhirnya, dan juga kalian bisa naik kelas ke Couch to 10K.

ini adalah tampilan dari program latihan yang tersedia, sebagai contoh di minggu lima kemarin di program latihan ketiga; saya mendapatkan program latihan untuk lari selama 22 menit, dan alhamdulillah ternyata bisa dilalui. Setiap minggunya program latihan akan selalu ditambah, dari durasi lari yang bertambah atau durasi jalan yang berkurang. Mau tidak mau kita jadi seperti tertantang untuk dapat menyelesaikannya setiap minggu.

Ini adalah log harian dari program latihan yang sudah kita laksanakan, disana terhitung perkiraan energi yang digunakan, jarak yang ditempuh, rata-rata pace lari kita dan ada rute larinya yang juga terekam. Tidak banyak informasi memang seperti aplikasi yang memang khusus untuk mencatat lari seperti nike running atau runtastic atau strava. Tapi saya kira untuk aplikasi latihan, fitur yang ada sudah cukup lengkap.

aplikasi ini hanya memudahkan dalam mempraktikan metode couch to 5k, kita tetap bisa melakukannya tanpa aplikasi ini tentunya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *