Radityo Bimo Kartiko Aji
Lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Pekerja Sosial Profesional Tersertifikasi. Mengambil minat kajian di beberapa bidang pekerjaan sosial, antara lain: Kemiskinan, Kesehatan, Disabilitas, Industri, NAPZA, Lanjut Usia dan Koreksional.

Beban Kesehatan Mental

Beban Keluarga atau Family Burden adalah konsep yang telah diteliti utamanya dalam berbagai penyakit kronis. Didefinisikan sebagai berbagai masalah fisik, emotional, sosial atau ekonomi yang dialami anggota keluarga karena disabilitas dari salah satu anggota keluarga lainnya.

Artikel saya sebelumnya menyinggung tentang beban keluarga. Menyinggung karena salah satu sistem sumber dalam membantu dalam menjaga kesehatan mental adalah keluarga. Sebenarnya tidak keluarga saja. Siapapun yang membantu merawat. Rentan mengalami “beban”. Atau bahasa ilmiahnya sering disebut family burden.

Model pelayanan saat ini pada setting kesehatan mental banyak yang menekankan pada perawatan berbasis komunitas. Dan mengurangi pelayanan berbasis panti atau rumah sakit.

Dan karena model pelayanan ini yang digunakan maka keluarga atau orang terdekatpasien biasanya tanggung jawab sebagai caregivers. Membuat tanggung jawab mereka bertambah banyak. Diikuti pula dengan masalah-masalahnya.

Penyandang disabilitas mental yang kronis. Biasanya banyak menghabiskan waktunya hanya di rumah. Dan setidaknya ada satu orang anggota keluarga yang membantu menjaga. Membuat yang menjaga berkurang produktivitasnya.

Caregivers punya peran signifikan untuk merawat klien disabilitas mental. Merawat sendiri bukan kerjaan yang mudah. Merawat diri sendiri kadang sulit, apalagi harus merawat orang lain. Dan akan sangat mungkin mempunyai dampak pada kehidupan pribadi dari si caregivers ini.

Dampaknya sendiri dapat bermacam-macam. Tidak dapat bekerja. Rutinitas yang terganggu. Gangguan finansial. Dampak pada kehidupan sosial.

Derajat gangguannya sendiri berbeda-beda. Tergantung seberapa berat tingkat disabilias yang dirawatnya. Contohnya seperti skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan yang terus menerus dan kronis kepada seseorang. Yang sering menyebabkan isolasi, kecemasan, depresi dan frustasi. Untuk pengidap dan untuk caregivers-nya.

Memang seram dampaknya bila kita tidak menjaga kesehatan mental. Menganggu emosi. Menganggu pemikiran. Mengganggu kemampuan kognitif seseorang. Merubah pribadi seseorang. Menyebabkan perubahan kebiasaan. Dan jangka panjangnnya merusak kehidupan sosial dan juga keadaan ekonomi.

Caregivers yang merasakan beban ini punya kesulitan memenuhi kehidupannya. Dan juga membuat ia mengalami kesulitan dalam merawat anggota keluarga yang mengalami disabilitas mental.

Siklusnya berulang-ulang. Maka dari itu disabilitas mental pun dapat berpengaruh terhadap suatu keluarga. Bukan tidak mungkin, anggota keluarga yang lain. Lama-kelamaan. Juga merasakan gejala-gejala disabilitas mental.

Beban yang dirasakakan oleh caregivers pun juga dapat mempengaruhi klien disabilitas mental. Resiko relapse mungkin terjadi di lingkungan yang memiliki ekspresi emosional berlebihan. Stres yang dirasakan dari sikap keluarga menjadi penyebab relapse. Karena klien merasa, merekalah yang menjadi penyebab semua masalah bermasalah.

Klien pun kembali masuk ke siklus yang saya sebutkan tadi. Siklus relapse.

Salah satu cara untuk keluar dari pusaran siklus ini adalah dengan mengijytu terapi bersama keluarga. Untuk lebih memahai apa penyebab keluarga bertindak negatif terhadap anggota keluarga yang mengalami disabilitas mental. Mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan beban yang dirasakan. Dan perubahan-perubahan apa saja yang dirasakan oleh keluarga selaku caregivers dan klien.

Kedepannya. Dengan mulai meningkatnya awareness mengenai beban caregivers ini. Perlu diubahnya model pelayanan yang berfokus kepada klien. Menjadi model pelayanan yang memiliki pendekatan kepada klien dan caregivers.

Dan juga perlu dikampanyekan cara-cara sederhana yang dapat dilakukan keluarga atau caregivers untuk menghindari masuk ke dalam siklus relapse bagi klien dan juga keluarga yang merawat. Untuk ini rekan saya rencananya akan menulis. Nanti apabila sudah selesai akan saya bagikan juga disini. Untuk belajar bersama. Gawe sinau bareng.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *