Radityo Bimo Kartiko Aji
Lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Pekerja Sosial Profesional Tersertifikasi. Mengambil minat kajian di beberapa bidang pekerjaan sosial, antara lain: Kemiskinan, Kesehatan, Disabilitas, Industri, NAPZA, Lanjut Usia dan Koreksional.

Bahasa itu Menarik

Malam tadi saya harus ke daerah Pecinan di dekat Pasar Bondowoso. Membeli perangkap tikus untuk dirumah. Masuk ke sebuah toko yang menjual banyak lampu dan alat-alat elektronik lainnya. Di ujung ada satu buah perangkap tikus. Sisa satu. Saya pikir mungkin tikus sedang banyak-banyaknya di Bondowoso.

Ada yang cukup unik di toko tersebut. Bagi teman-teman saya di Bandung apalagi. Koko yang menjual perangkap tikus berbicara dengan pelanggan lainnya menggunakan Bahasa Madura. Seorang etnis tionghoa berbicara dengan salah satu bahasa yang bisa dibilang terdengan sedikit kasar dibanding bahasa-bahasa lainnya. Setidaknya itu yang teman-teman saya di Bandung bilang. Kalau saya keceplosan berbicara Bahasa Madura.

Mereka mendengar saya berbicara Bahasa Madura saja sudah terheran-heran. Apalagi melihat keadaan yang sekarang sedang saya lihat. Membayangkannya saja sudah membuat saya tertawa.

Bahasa itu memang unik. Lebih jauh lagi Homo Sapiens itu unik. Bahasa yang membuat Sapiens bisa seperti sekarang ini. Menjadi penguasa Bumi. Yuval Noah Harari menuliskannya di bukunya Sapiens.

Intinya bahwa baru Sapiens. Kita. Yang berkembang dan memiliki bahasa. Sapiens adalah satu-satunya yang punya kemampuan bergosip. Iya benar, bergosip. Kita menjadi satu-satunya spesies di muka bumi yang dapat berkomunikasi dengan konteks yang sebenarnya tidak ada. Makhluk lain di masa lalu belum bisa melakukannya. Gambarannya begini ketika mereka berkomunikasi.

Tadi di sungai saya melihat kawanan rusa sedang minum air. (memang benar ada kawanan rusa minum air)

Makhluk selain Homo Sapiens

Tadi di sungai saya melihat kawanan rusa sedang minum air dan mereka diserang singa. (memang benar ada kawanan rusa minum air, tapi tidak ada singa)

Sapiens

Terlihat kan perbedaannya. Salah satu yang membuat Sapiens maju adalah karena kita bisa bergosip. Sapiens bisa berkomunikasi dengan konteks yang sebenarnya tidak ada. Bisa dengan kebohongan. Bisa dengan harapan. Tidak harus selalu negatif. Dengan bergosip seseorang bisa mengorganisir individu yang lainnya untuk membentuk kelompok yang punya tujuan sama. Gosip membuat Hitler dapat meraih kekuasaan. Gosip pula yang akhirnya menjatuhkannya. Hebat bukan Gosip yang didalamnya terdapat bahasa ini.

Seandainya digunakan konteks pilpres saat ini. Sepertinya tergambar kan peran gosip di masyarakat terutama dalam mengorganisir individu-individu ke dalam kelompok?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *